Dirjen Pendis : Jangan Hanya Memperhatikan Kualitas Soal, Tapi Juga Integritas yang Tercermin di dalam Soal
Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menggelar
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M. Sidik Sisdiyanto dalam laporannya menyampaikan telah melakukan beberapa tahapan. Pertama melakukan rekrutmen tim pakar untuk instrumen literasi membaca, numerasi, sains & sosial budaya dari berbagi perguruan tinggi. Kedua malakukan rekrutmen penulis dan reviewer instrument AKMI. Ketiga melakukan penyusunan framework instrumen AKMI dan rerkrutmen penulis modul AKMI.
Menurut Sidik Sisdiyanto beberapa tahapan sudah dilaksanakan mulai dari perekrutan tim pakar dari berbagai perguruan tinggi, hingga penyusunan framework instrument AKMI dan rekrutmen penulis modul AKMI. Karena tahun 2024 menjadi tahun terakhir project madrasah reform sehingga harus terus dikejar.
“Untuk menjadi penyusun instrument soal-soal AKMI proses nya tidak mudah dan sangat Panjang” ucap Abu Rokmad
Menurutnya menjadi penyusun instrument soal-soal AKMI sudah dilalui dengan berbagai macam proses yang Panjang, ada 1500 pelamar. Ada amanat besar yang harus dilaksakan, amanat itu harus dilaksanakan sebaik mungkin. Ini baru awal terlihat mudah tapi sesungguhnya masih banyak yang harus dikerjakan.
Rokmad juga menyampaikan “Yang paling sulit itu bukan soal memberikan jawaban, tapi membuat soal”
“Membangun kualitas AKMI yang kita punya harus lebih baik, yang pada akhirnya memiliki Tingkat validitas yang kuat untuk melakukan berbagai treatment” jelasnya
Karena tujuan dari AKMI adalah untuk mengukur kompetensi peserta didik madrasah, hasil pengukuran tersebut digunakan sebagai dasar menyusun rancangan untuk memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan oleh peserta didik.
“Dalam penyusunan soal ini meperhatikan kualitas soal, integritas yang akan tercermin didalam soal yang akan disusun” tutur Rokmad
Agar AKMI dapat digunakan untuk mengdiagnosis kondisi kemampuan kompetensi siswa yang sebenarnya. Sehingga menunjukan kualitasnya mampu bersaing dengan sekolah sekolah pada umumnya, ini juga bagian dari mengkualitaskan madrasah.