Kemenag Siapkan Diseminasi Hasil Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia
Surabaya (Pendis) - Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Muchamad Sidik Sisdiyanto, menegaskan pentingnya menyiapkan diseminasi hasil Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia (AKMI) sebaik mungkin. Demikian disampaikan Sidik saat memberikan arahan pada Rapat persiapan Diseminasi Hasil AKMI dalam Seminar Nasional di Surabaya (28/07/2024).
Hasil asesmen pendidikan, seperti AKMI, merupakan cerminan dari proses belajar-mengajar yang berlangsung di madrasah. Namun, hasil asesmen ini tidak akan memberikan banyak dampak jika tidak ditindaklanjuti dengan serius. Oleh karena itu, diseminasi hasil AKMI serta tindaklanjut hasil asesmen ini menjadi sangat krusial.
Sidik mengungkapkan bahwa dalam rangka mendiseminasikan hasil AKMI 2024 kepada semua pemangku kepentingan, Kementerian Agama akan melaksanakan seminar nasional hasil AKMI 2024.
“Seminar nasional ini diadakan untuk membahas hasil AKMI 2024 secara mendalam, mengevaluasi pelaksanaan asesmen, dan merumuskan strategi-strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah”. Jelas Sidik, sapaan akrabnya.
Doktor Manajemen Pendidikan ini menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak dalam persiapan ini. Semua stakeholder, mulai dari kementerian, kepala madrasah, guru, hingga panitia pelaksana, harus bekerja sama dengan baik. Hanya dengan kerjasama yang solid, kita dapat mewujudkan tujuan kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” tegasnya.
“Saya berharap rapat persiapan seminar nasional ini dapat berjalan dengan lancar dan memebrikan manfaat yang maksimal serta menghasilkan rencana yang komprehensif untuk pelaksanaan seminar nasional hasil AKMI 2024. Mari kita bekerja dengan penuh dedikasi dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah kita”, tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, koordinator komponen 2, Abdul Basit melaporkan bahwa kegiatan ini akan membahas berbagai aspek penting, mulai dari penyusunan agenda, pemilihan narasumber, hingga teknis pelaksanaan seminar.
“Semuanya nanti akan kita persiapkan dengan matang agar seminar nasional nanti dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang konstruktif dan aplikatif.” ungkap Basit.