Ketekunan dan Proaktif: Kunci Sukses User Champion di Usia Kerja Muda
Pasca lulus sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Publik pada tahun 2021, Zakiah memutuskan untuk mendaftarkan diri di MTSN 1 Ogan Ilir, Sumatera Selatan sebagai staf Tata Usaha. Pada awal karirnya di dunia Pendidikan Islam, Zakiah yang saat itu tidak mempunyai pengalaman dalam melakukan pengelolaan data, langsung diberi tawaran untuk bekerja sebagai seorang operator EMIS yang kini dikenal dengan sebutan User Champion (UC) di madrasah tersebut.
Meski berbekal pengalaman yang minim, keberanian Zakiah tidak surut untuk menerima pekerjaan ini. Bahkan profesinya sebagai operator EMIS ini membawa dirinya hingga mencapai prestasi sebagai peringkat 3 User Champion Teladan 2023 Tingkat Madrasah. Menurut wanita yang berdomisili Palembang ini, tantangan pertama yang harus ia hadapi sebagai UC adalah banyaknya data siswa MTSN 1 Ogan Ilir yang belum lengkap pada sistem EMIS saat itu, sehingga ia harus melengkapi keseluruhan data tersebut.
Keterbatasan pengetahuan dalam mengelola data EMIS disertai dengan banyaknya data siswa yang harus dilengkapi, tidak membuat Zakiah berputus asa. Kondisi ini justru memotivasi dirinya untuk berkembang dan aktif mencari informasi terkait perkembangan dan pengelolaan data EMIS.
Zakiah rajin menonton tutorial di internet, mengikuti webinar dan bimbingan teknis (bimtek), serta aktif berjejaring dengan antar UC untuk bertukar informasi. Kemauan belajar tinggi yang ditunjukkan Zakiah didukung penuh oleh pihak madrasah, khususnya, Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Madrasah bagian kesiswaan MTSN 1 Ogan Ilir yang menunjang penuh kebutuhan Zakiah dalam mengerjakan tugasnya.
Setelah meraih gelar UC Teladan, kehidupan Zakiah sebagai UC mengalami banyak perubahan. Meski dirinya belum genap 2 tahun bekerja sebagai operator EMIS, namun ia sanggup mempelajari sistem EMIS yang awalnya tampak kompleks, kini menjadi lebih familiar dan dapat ditangani dengan lebih efisien berkat pengalamannya yang terus bertambah.
Tak berhenti di situ, Zakiah juga aktif berbagi pengalamannya kepada para operator EMIS lainnya, seperti yang pernah dilakukannya sebagai pemateri dalam kegiatan Program online “Belajar Usung” yang diinisiasi Kementerian Agama, dengan tema “Serba-serbi Sinkronisasi dan Input Data Guru & Tenaga Kependidikan di EMIS 4.0” beberapa waktu lalu. Pada kesempatan tersebut, ia membagikan ilmunya kepada para UC tentang bagaimana mengatasi permasalah data.
Zakiah menjadi lebih dikenal di kalangan komunitas UC. Ia kerap menerima pertanyaan dari sesama UC, baik secara langsung maupun melalui forum-forum diskusi online. Popularitasnya sebagai UC yang berpengalaman dan berprestasi membuat banyak orang datang kepadanya untuk mendapatkan informasi dan saran. Hal ini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai pemimpin informal di komunitas UC, tetapi juga memberinya kesempatan untuk terus belajar dan berkembang melalui interaksi dengan berbagai pihak.
Perubahan-perubahan pada sistem EMIStidak menjadi halangan Zakiah dalam mengerjakan tugasnya. Berawal dari minimnya pengetahuan mengenai EMIS, kemudian didukung dengan ketekunan dalam menjalankan tugasnya, disertai dukungan lingkungan manajemen madrasah yang baik, membawanya hingga ke titik ini. Penghargaan yang pernah ia terima bukan menjadi akhir dari kerja kerasnya sebagai UC. Bahkan, prestasi-prestasi yang ia capai menjadi awal dari perjuangannya selanjutnya untuk terus memajukan Pendidikan Islam.
Jika terdapat perubahan pada sistem EMIS, Zakiah menghadapinya dengan sikap proaktif mencari sumber informasi. Zakiah aktif mengikuti pelatihan-pelatihan baik yang diselenggarakan di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. Tak hanya itu, ia juga menjadi anggota komunitas-komunitas operator agar selalu dapat mengakses informasi. Ia sering kali berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan forum-forum online, di mana ia dapat bertukar pengalaman dan belajar dari tantangan yang dihadapi oleh UC lain. “Berbagi pengetahuan dan saling mendukung adalah kunci untuk terus berkembang,” ungkap Zakiah, menjelaskan pentingnya komunitas dalam mendukung karirnya.
Perempuan lulusan Universitas Sriwijaya ini mengutamakan keikhlasan dan sifat proaktif yang menjadi pondasi dalam mengemban tugasnya sebagai operator EMIS. Walau pengalamannya masih di bawah 5 tahun, ia memiliki kesadaran akan tanggung jawab besar untuk ikut andil dalam memajukan MTSN 1 Ogan Ilir dan juga Pendidikan Islam secara umum. Berkat kerja keras dan dukungan orang-orang di sekitar, pendataan EMIS di MTSN 1 Ogan Ilir memiliki tingkat validitas yang hampir mencapai 100 persen.
Semua usaha yang dilakukan Zakiah untuk mendukung dan mendampingi data EMIS agar valid, merupakan ketekunan yang patut dicontoh. Kendati pengalaman Zakiah masih terbilang baru, tapi semangatnya dalam bekerja membawanya untuk mencapai keberhasilan yang tidak ia sangka sebelumnya. “Saya berprinsip bahwa bekerja itu kita harus ikhlas, karena Allah tahu yang terbaik untuk kita. Agar nantinya kita diberi kemudahan ketika menjalankannya,” ungkapnya.
Kisah Zakiah, User Champions MTSN 1 Ogan Ilir, Sumatera Selatan