Pesan Direktur GTK M. Zain Dalam Pelatihan Madrasah Inklusi 5 Provinsi

BANDUNG (PMU MEQR) - Pelatihan penguatan kapasitas madrasah inklusi yang diikuti oleh lima provinsi berlangsung di Hotel Grand Tjokro Bandung. Kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari {30 Agustus-2 September 2023] tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat H. Asep Lukman Hakim, Konsultan Komponen 3 PMU Pusat Fakhruddin Karmani, Kasi Bina Guru RA Subdit Bina GTK RA Muhammad Zarkasi, Kasi Bina Tendik RA Subdit Bina GTK RA Kartika Sari, Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusi {FPMI} Pusat Supriyono, Dewan Pakar FPMI Pusat Dedi Kustiawan, Wakil Ketua PW LP Maarif NU Jawa Barat Hj. Widayanti, serta seluruh peserta dari ke lima provinsi.

Kelima provinsi yang hadir antara lain Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Acara diawali dengan sambutan Asep Lukman Hakim mewakili pihak tuan rumah tempat terselenggaranya kegiatan.

“Terima kasih telah memberikan kepercayaan kepada Provinsi Jawa Barat khususnya Kota Bandung selaku tuan rumah penyelenggara. Kita wajib mendukung program nasional yaitu pendidikan inklusi. Tidak boleh ada satu lembaga pendidikan manapun yang menolak kehadiran Peserta Didik Berkebutuhan Khusus {PDBK} di madrasah,”ujar Asep Lukman Hakim, Bandung {30 Agustus 2023}

Dalam kesempatan tersebut, Asep pun berharap agar kegiatan ini mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi pegiat inklusi untuk mengimplementasikan keberagaman PDBK dalam kurikulum merdeka.

“Sebagai Guru madrasah jangan pernah lelah untuk mengembangkan potensi, dan pastikan tidak ada satu anak bangsapun yang tertinggal pendidikannya,”imbuhnya.

Sementara itu dari Kota Pempek Palembang, melalui sambungan virtual tatap maya Direktur GTK Madrasah Kantor Kementerian Agama RI H. Mohammad Zain membuka acara secara resmi.

“Empat puluh delapan ribu PDBK yang ada di negeri ini perlu perhatian khusus dari kita. Mereka yang memiliki different ability juga harus kita layani kebutuhan pendidikannya yang sesuai dengan kebutuhannya,”ujar M. Zain.

M. Zain juga mengingatkan guru dan juga lembaga pendidikan yang memiliki keterbatasan infrastruktur tidak menjadikan alasan untuk menolak kehadiran PDBK. Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat melalui madrasah harus terus dipelihara dan dijaga.

“Selalu berikan mutu layanan terbaik bagi peserta didik, khususnya kepada PDBK kita harus mampu melayani sesuai kebutuhannya. Jadikan keberagaman yang ada sebagai wujud implementasi filosofi kebhinekaan juga harus ditanamkan dengan baik.”tukasnya.

 

Kontributor : Utik Kaspani