Rakor Implementasi Program MEQR Papua Barat Tahun Anggaran 2023 Resmi Dibuka

Humas, Manokwari – Didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manokwari, Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kemenag Papua Barat, Sirajudin Bauw membuka secara resmi kegiatan rapat kordinasi implementasi program REP-MEQR tahun anggaran 2023.

Dalam kegiatan tersebut, disampaikan terdapat 18.576 siswa madrasah di provinsi papua barat yang menempuh pendidikan ditngkat dasar maupun menengah. Untuk memberikan layanan pendidikan terbaik, madrasah harus mampu menciptakan prestasi yang luar biasa dan mengubah masa depan siswanya.

“Pendidikan merupakan kunci untuk mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan. Namun, pendidikan berkualitas hanya dapat dicapai jika anak-anak ini belajar di lembaga pendidikan yang berkualitas dan dikelola oleh para profesional. Profesionalisme harus dimulai sejak tahap perencanaan, dengan menyusun rencana kerja yang terperinci dan efisien,” Sebut Sirajudin Bauw lewat rilis yang diterima, Jumat (19/05/2023).

Disampaikannya juga, setiap tahun pemerintah mengalokasikan dana sekitar 10 triliun rupiah untuk mendukung program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di madrasah.

“Anggaran ini merupakan investasi pendidikan yang diharapkan akan melahirkan generasi masa depan yang terbaik,” ucapnya.

Namun kata Sirajudin, tantangannya terletak pada penggunaan dana bos tersebut. Apakah dana itu benar-benar digunakan untuk membiayai kegiatan yang mendukung peningkatan mutu pembelajaran. Untuk mengatasi tantangan ini, Kementerian Agama telah mengembangkan platform e-rkam (rencana kerja dan anggaran madrasah berbasis elektronik) yang efektif dan efisien.

“Platform ini memungkinkan pengelola madrasah untuk membuat program kerja berdasarkan kebutuhan, bukan hanya keinginan semata. Penggunaan aplikasi e-rkam diharapkan dapat memudahkan kerja pengelola madrasah dan mengurangi beban tugas mereka,” terangnya.

Selaras dengan arahan presiden Joko Widodo, kepala madrasah dan guru juga harus lebih fokus pada pengembangan mutu pembelajaran siswa. Kata Sirajudin, Platform e-rkam membuka peluang transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana bos serta sumber daya lainnya yang dapat dipantau oleh berbagai tingkatan, mulai dari satuan pendidikan madrasah hingga tingkat pusat.

“Penggunaan aplikasi e-rkam ini juga dapat mengurangi birokrasi pelaporan dan meningkatkan efisiensi belanja,” tutur Sirajudin.

“Ini adalah saat yang tepat untuk melakukan transformasi digital secara khusus di madrasah maupun di kementerian agama secara umum. Dengan meningkatkan kualitas kinerja madrasah, kita dapat mempersiapkan generasi emas sebagai aset masa depan bangsa,” sambungnya.

Sirajudin pun berharap ada dukungan dari seluruh pejabat dan pegawai Kementerian Agama di semua tingkatan. Menurutnya, penggunaan sistem e-rkam di madrasah sangat penting dalam penerapan program transformasi madrasah digital.

“Marilah kita manfaatkan kesempatan ini dengan baik dan serius dalam menjalankan rangkaian kegiatan pelatihan ini,” tandasnya.

 

RAKOR IMPLEMENTASI PROGRAM REP-MEQR TA 2023 RESMI DIBUKA | Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua Barat (kemenag.go.id)