Mengabdi pada Pendidikan: Perjalanan Inspiratif Petugas Layanan Live Agent

Di tengah kompleksitas kegiatan manajemen data pendidikan, peran seorang petugas yang dapat menyebarkan informasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan teknis dari para pengelola data dari masing-masing lokasi kerja sangatlah penting.

Pada konteks operasi Education Management Information System (EMIS) yang menjadi ‘rumah’ dari begitu banyak data madrasah, pusat layanan bagi para operatornya (yang dikenal dengan sebutan User Champion) adalah Madrasah Digital Care - yang perkuat dengan layanan utama melalui fitur Live Agent.

Depiliyanto, atau yang akrab dipanggil Yanto, adalah seorang petugas atau operator Live Agent yang telah mengabdikan dirinya sejak Juni 2021. Ia bekerja hingga awal 2024 di bawah naungan PT Juke Solusi Indonesia sebagai pihak pengembang EMIS, dan kemudian bergabung dengan Project Management Unit (PMU) Realizing Education Promise: Madrasah Education Quality Reform (REP MEQR). Yanto berperan penting dalam menangani seluruh aduan yang masuk melalui berbagai saluran seperti Madrasah Digital Care dan WhatsApp Group UC Kanwil Provinsi. "Saya menangani seluruh aduan yang masuk terkait EMIS 4.0, baik mengenai pencatatan, migrasi, maupun integrasi data di EMIS," ungkap Yanto.

Peran Yanto tidak hanya sebatas menyelesaikan masalah, tetapi juga mengantisipasi masalah melalui edukasi. Dengan dukungan penuh dari atasan terkait tools dan kebijakan, ia telah membuat berbagai terobosan. "Sebagai Live Agent yang sebelumnya bekerja dari tim developer, kami dibekali tools dan pengetahuan yang cukup mengenai sistem ini. Terobosan yang telah kami buat antara lain adalah pemutakhiran panduan tanya-jawab untuk dapat memberikan layanan optimal, Google Sheet reaktivasi antar provinsi, dan kegiatan-kegiatan edukasi berkelanjutan mengenai penggunaan aplikasi kepada para UC," jelasnya.

Yanto merasa sangat senang dapat membantu UC menyelesaikan persoalan mereka. "Perasaan saya bahagia dapat membantu UC menyelesaikan persoalan mereka. Salah satu alasan saya menjadi petugas atau operator Live Agent adalah karena selalu didoakan oleh UC yang merasa terbantu dengan adanya Live Agent," tambahnya.

Tugas seorang Live Agent tidaklah mudah. Beragam persoalan seperti antrian tiket konsultasi yang ramai dan pengadu yang emosi sehingga menggunakan kata-kata yang kurang sopan, sering dihadapinya. Namun, semangat membantu dan mengedukasi UC tetap menjadi motivasi utama Yanto. "Cara kami memotivasi antara satu dan lain orang ialah dengan mengingatkan mereka akan tanggung jawab besar ini," tegas Yanto. Yanto dan tim pun tidak segan mengambil langkah lebih jauh bilamana terdapat kasus mendesak. "Bila UC yang mengadu tidak bisa dihubungi kembali melalui Madrasah Digital Care, maka teman-teman Live Agent betul-betul merunuti dan menghubungi secara pribadi agar bisa mendapat informasi kondisi saat ini, bilamana mereka telah berhasil memecahkan persoalannya dengan bantuan kami, dan menawarkan bentuk-bentuk dukungan lainnya yang bisa kami berikan" ujarnya.

Yanto optimis terhadap EMIS. "EMIS ini sistem manajemen data yang luar biasa bagus. Modul madrasah yang ada saat ini terus dikembangkan secara intensif selama 3 tahun, dan menurut saya hal tersebut bagus sekali. Semoga modul-modul lainnya yang masih dalam tahap pengembangan bisa beroperasi dengan baik juga, seperti pada manajemen data madrasah," cetusnya.

Kepada para UC di seluruh nusantara, Yanto menyampaikan pesan semangat untuk terus mendukung dan mengelola data dengan baik. "Satu data yang diproses dengan baik pada EMIS akan membawa seribu kebaikan untuk lembaga, pengelola lembaga, siswa, dan semua yang terlibat di dalamnya. Mari belajar terus untuk dapat mempersembahkan data yang valid. Teruslah semangat dalam meningkatkan kualitas data EMIS dan segera laporkan apabila ada kendala. Pastikan Anda bisa memenuhi 100% kualifikasi untuk lolos pemeriksaan dan menerima Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan baik," tutupnya dengan penuh semangat.

Kisah Yanto adalah bukti bahwa di balik layar, di luar UC EMIS yang berada di satuan madrasah, di tingkat kota dan kabupaten, serta di tingkat provinsi, ada banyak pahlawan yang bekerja tanpa lelah untuk memastikan data pendidikan di Indonesia terkelola dengan baik. Semangat dan dedikasi mereka layak diapresiasi dan menjadi inspirasi bagi kita semua. Pentingnya peran petugas atau operator Live Agent seperti Yanto dalam turut menunjang kemajuan pendidikan Islam tidak bisa dipungkiri. Mereka tidak hanya membantu dalam memecahkan masalah teknis, tetapi juga berkontribusi dalam memastikan bahwa data pendidikan madrasah dikelola dengan baik, penuh integritas dan semangat tulus.

Kisah Depiliyanto, petugas/operator Live Agent di Kementerian Agama