Sinergi Tiga Teladan: Kepala Sekolah, Guru dan UC dalam Manajemen EMIS

Nur Risma Maryam, atau yang lebih akrab disapa Nur, adalah alumni MI At-Taqwa Rancaekek tahun 2008. Kini, ia kembali ke almamaternya sebagai guru Tahfiz dan wali kelas 1A sejak tahun 2022. Perjalanan karier Nur sebagai guru di madrasah yang pernah mendidiknya dahulu, memperlihatkan dedikasinya yang luar biasa terhadap pendidikan Islam.

Sebagai wali kelas, Nur memiliki tanggung jawab yang besar. Ia tidak hanya memantau kehadiran dan perkembangan siswa, tetapi juga membimbing dan menjadi penasihat dalam berbagai aktivitas siswa di sekolah. Selain tugas utamanya sebagai pengajar, Nur juga berperan penting dalam mendukung kesuksesan data Education Management Information System (EMIS) di MI At-Taqwa Rancaekek. Khusus tugas ini, ia berkolaborasi dengan Wakil Kepala Madrasah, Aep Haedar, dan Haris Sopandi, yang merupakan User Champion (UC) di madrasahnya.

Kerja sama ini dimulai sejak Nur pertama kali menjadi wali kelas pada Juli 2022. Selama proses pengisian data EMIS, mereka menghadapi berbagai kendala, seperti data siswa yang harus dimutasi karena pindah sekolah, keluarnya siswa, dan data yang tidak tercantum pada kartu keluarga. Namun, dengan sinergi dan komunikasi yang baik, tantangan-tantangan tersebut tidak menghalangi mereka untuk melengkapi data EMIS, demi kemajuan pendidikan Islam di MI At-Taqwa Rancaekek.

Nur yang pernah bersekolah di MI At-Taqwa menunjukkan kecintaannya yang mendalam pada almamaternya. Setelah menyelesaikan pendidikan di sana, ia tetap aktif mengikuti acara-acara yang berhubungan dengan sekolah. Kecintaan inilah yang memotivasi Nur menjalankan perannya dengan giat dan penuh dedikasi. "Saya ingin memberikan yang terbaik bagi almamater saya, karena disinilah saya dibentuk menjadi seperti sekarang," ungkap Nur dengan semangat.

Komunikasi yang baik dengan para siswa memudahkan Nur menjalankan tugasnya sebagai wali kelas. Dengan membangun kedekatan dan komunikasi yang intens, proses penanaman akhlakul karimah terhadap siswa di sekolah dapat dijalankan dengan lebih mudah. Dalam upayanya menyukseskan data EMIS, Nur tidak hanya berkomunikasi dengan siswa dan wali siswa, tetapi juga aktif mencari solusi, seperti menemukan aplikasi kependudukan daring yang mempermudah pemecahan masalah pendataan.

Berkat kerja sama seluruh pihak di madrasah, pendataan EMIS di MI At-Taqwa Rancaekek telah terimplementasi dengan baik. Sementara itu, Aep Haedar, Wakil Kepala Madrasah, tidak hanya mengawasi tetapi juga terjun langsung dalam proses pendataan siswa. Nur, sebagai wali kelas, aktif membantu memenuhi kebutuhan data yang belum lengkap, sementara Haris Sopandi, sebagai UC, mengerjakan tugasnya dengan cekatan dan disiplin.

Ketiga sosok tersebut menjadi teladan dalam membantu perkembangan pendidikan Islam di madrasah. Haris, misalnya, menjadi finalis pada perhelatan User Champions Teladan EMIS 4.0 Tahun 2023, berkat sinergi seluruh pihak madrasah yang saling mendukung. "Kerja sama yang baik dan komunikasi yang harmonis adalah kunci kesuksesan," kata Haris, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dalam organisasi.

Nur yang juga lulusan Universitas Padjadjaran Sumedang ini memiliki pesan dan harapan khusus bagi para UC. Menurutnya, amanah mereka sangat menentukan kelancaran roda pendidikan. Dengan dedikasi yang tinggi dan memastikan segala sesuatu berjalan dengan lancar, mereka dapat membantu guru dan siswa fokus pada proses belajar mengajar. Nur juga menekankan pentingnya perjuangan para tenaga pengajar yang ikhlas dalam tugasnya, untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman. "Semoga dedikasi dan kerja sama ini dapat dipraktikkan di setiap madrasah, demi kemajuan pendidikan Islam di Indonesia," harap Nur.

Menutup cerita inspiratif ini, Nur menegaskan pentingnya sikap untuk terus mengumandangkan prinsip 4D: Dukung, Dampingi, Demi Data. Dengan mendukung dan mendampingi setiap proses pendataan, serta memastikan keakuratan data, kita dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik dan efisien. "4D bukan hanya slogan, tetapi sebuah komitmen untuk bersama-sama memajukan pendidikan kita," pungkas Nur dengan tegas.

Nur Risma Maryam adalah contoh nyata seorang pendidik yang mengabdi dengan sepenuh hati, tidak hanya kepada siswa, tetapi juga kepada almamater dan dunia pendidikan Islam. Dedikasi dan kerja kerasnya, bersama dengan rekan-rekannya, menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama di MI At-Taqwa Rancaekek.

 

Kisah Nur Risma, Wali Kelas MIS At-Taqwa, Rancaekek, Kabupaten Bandung